INFORMASI

Kami informasikan untuk warga Lendah. Galur dan Panjatan kami melayani fotocopy print cetak stiker cetak foto laminating Cetak kartu kiss BPJS kartu nikah dan lain-lain berbahan pvc . press dan jilid.

Alamat : RT28, RW 13, JOGAHAN, BUMIREJO LENDAH KULON PROGO. WA : 0895 3917 46872 (KAMI TIDAK MENGGUNAKAN NOMER LAIN SELAIN YANG TERCANTUM DI WEB INI)

Alamat : https://www.print-atk.my.id
Alamat : RT28, RW 13, JOGAHAN, BUMIREJO LENDAH KULON PROGO. WA : 0895 3917 46872

LAYANAN GRATIS UNTUK PELANGGAN

Strategi Bisnis Gorengan di Bulan Ramadan: Mengubah Takjil Menjadi Peluang Cuan Maksimal


Hallo sahabatku, LC FOTOKOPI DAN ATK, Kita jumpa lagi Pada Artikel ini. Pada hari ini , saya telah siap membagikan artikel sederhana buat anda. Yang anda baca kali ini dengan judul Strategi Bisnis Gorengan di Bulan Ramadan: Mengubah Takjil Menjadi Peluang Cuan Maksimal, Kami berharap isi postingan Artikel BISNIS, ini bisa bermanfaat buat kita semua.

Strategi Bisnis Gorengan di Bulan Ramadan: Mengubah Takjil Menjadi Peluang Cuan Maksimal



Bulan Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, melainkan juga periode puncak konsumsi masyarakat, khususnya di sektor kuliner. Di Indonesia, gorengan menempati kasta tertinggi sebagai menu takjil paling diburu. Fenomena "War Takjil" membuktikan bahwa kudapan renyah ini adalah komoditas panas yang menjanjikan perputaran modal yang cepat (fast-moving).

Bagi Anda yang ingin menangkap peluang emas ini, berikut adalah panduan strategis untuk membangun usaha gorengan yang tidak hanya laris, tapi juga naik kelas secara kualitas dan profit.


1. Analisis Pasar: Mengapa Gorengan Selalu Menang?

Sebelum memulai, penting untuk memahami psikologi konsumen saat Ramadan:

  • Efek "Hunger Impulse": Setelah seharian berpuasa, lidah cenderung menginginkan rasa gurih dan tekstur renyah sebagai pemantik selera sebelum makan besar.

  • Kepraktisan & Aksesibilitas: Gorengan adalah solusi on-the-go. Harganya yang inklusif membuatnya dapat dijangkau oleh semua lapisan ekonomi.

  • Rentang Waktu Penjualan yang Luas: Permintaan mulai melonjak pada Golden Hour (pukul 16.00 – 18.00) hingga waktu sahur bagi mereka yang mencari camilan pendamping nasi.


2. Kurasi Menu: Diversifikasi Produk untuk Menarik Segmen Luas

Jangan hanya menjual satu jenis. Variasi adalah kunci untuk meningkatkan average basket size (jumlah belanjaan per orang).

  • The Icons (Wajib Ada): Bakwan sayur (bala-bala), tempe mendoan, tahu isi (gehu), dan pisang goreng kepok.

  • The Moderns (Target Gen-Z): Cireng isi ayam pedas, corndog mini, atau risol mayo lumer.

  • The Specials (Signature Dish): Inovasi seperti tahu bakso premium, bakwan jagung manis krispi, atau gorengan dengan topping bumbu tabur eksklusif.

  • The Sweets: Ubi goreng madu atau pisang goreng pasir untuk penyeimbang rasa gurih.


3. Pilar Keunggulan Operasional (Operational Excellence)

Untuk memenangkan persaingan di tengah banyaknya penjual musiman, Anda harus unggul dalam poin-poin berikut:

A. Kualitas Bahan dan Higienitas

  • Minyak Berkualitas: Gunakan minyak goreng bermerek dan ganti secara berkala. Gorengan yang berwarna keemasan (golden brown) jauh lebih menarik daripada yang berwarna gelap (gosong/minyak kotor).

  • Tekstur "Long-Lasting Crispy": Gunakan campuran tepung yang tepat agar gorengan tetap renyah meski sudah dingin.

B. Packaging yang Naik Kelas

Tinggalkan plastik kresek biasa. Gunakan paper bag food grade atau kotak karton dengan ventilasi udara agar gorengan tidak cepat lembek (melempem) akibat uap panas. Kemasan yang rapi meningkatkan persepsi harga di mata pelanggan.

C. Strategi Lokasi dan Visual

Pilihlah titik strategis seperti persimpangan jalan, area depan minimarket, atau dekat masjid besar. Pastikan etalase Anda terang benderang dan bersih; kebersihan adalah magnet utama pembeli makanan di bulan suci.


4. Strategi Pemasaran dan Digitalisasi

Jangan hanya menunggu pembeli datang. Jemput bola dengan cara:

  • Sistem Pre-Order (PO): Buka pemesanan via WhatsApp sejak pagi untuk instansi kantor atau acara buka bersama (bukber).

  • Promo Bundling: Buat paket "Hemat Berkah" (misal: 10 gorengan gratis 1 gelas es teh) untuk mendorong pembelian dalam jumlah besar.

  • Eksistensi Digital: Unggah foto produk yang estetik di status WhatsApp atau Instagram Story pada jam-jam kritis (pukul 15.00) untuk memicu keinginan membeli.


5. Manajemen Keuangan dan Risiko

Usaha gorengan memiliki risiko rendah, namun tetap memerlukan pengelolaan yang disiplin:

  1. Pengendalian Stok: Lakukan riset di minggu pertama untuk menentukan volume produksi harian agar tidak ada bahan yang terbuang (waste).

  2. Pemisahan Kas: Jangan mencampur uang hasil usaha dengan uang pribadi untuk keperluan belanja harian rumah tangga.

  3. Evaluasi Menu: Identifikasi menu mana yang paling cepat habis (best-seller) dan mana yang kurang diminati untuk efisiensi bahan baku di hari berikutnya.


Kesimpulan

Menjual gorengan di bulan Ramadan adalah bisnis dengan perputaran uang yang sangat cepat. Dengan mengedepankan kualitas rasa, kebersihan, dan sedikit sentuhan inovasi, Anda bisa mengubah usaha mikro ini menjadi sumber penghasilan yang signifikan.

CARI TAHU LEBIH BANYAK

 

LAYANAN GRATIS
Print Friendly and PDF

Total Tayangan Halaman