Dalam beberapa tahun terakhir, pasar tenaga kerja mengalami perubahan yang signifikan akibat kemajuan teknologi dan perubahan kebutuhan industri. Menurut data yang diambil dari World Economic Forum (WEF), ada sejumlah pekerjaan yang diprediksi akan menghadapi risiko tinggi terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK). Pekerjaan-pekerjaan ini biasanya berkaitan dengan kegiatan yang dapat dengan mudah digantikan oleh teknologi atau otomatisasi.
Salah satu contoh pekerjaan yang rawan PHK adalah posisi di sektor pemasaran tradisional. Dengan semakin berkembangnya platform digital, banyak perusahaan beralih dari iklan cetak dan media mainstream menuju pemasaran digital yang lebih efisien. Hal ini mengakibatkan berkurangnya permintaan untuk tenaga kerja yang terampil dalam pemasaran tradisional. Selain itu, pekerjaan-pekerjaan di bidang manufaktur yang melibatkan tugas-tugas rutin juga mengalami penurunan. Mesin dan robot kini dapat melakukan banyak dari pekerjaan tersebut dengan lebih cepat dan akurat.
Namun, meskipun situasi ini tampak mengkhawatirkan, ada peluang untuk calon karyawan untuk mengubah nasib mereka. Salah satu solusi yang dapat diambil adalah mengikuti pelatihan dan pendidikan tambahan yang relevan dengan perkembangan teknologi. Misalnya, pelatihan dalam bidang analisis data, pemrograman, atau manajemen proyek digital dapat memberi individu keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan saat ini. Dengan mengembangkan keterampilan baru, mereka tidak hanya akan lebih kompetitif di pasar kerja, tetapi juga akan meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih stabil dan menguntungkan.
Contoh lainnya adalah berkembangnya kebutuhan tenaga kerja di bidang teknologi informasi, kesehatan, dan pendidikan. Banyak perusahaan saat ini lebih memilih karyawan yang memiliki pengetahuan tentang teknologi dan dapat beradaptasi dengan perubahan yang cepat. Oleh karena itu, penting bagi individu yang berada dalam posisi pekerjaan yang rawan PHK untuk selalu memperbarui keterampilan mereka dan mencari peluang belajar baru.
Dalam kesimpulannya, meskipun banyak pekerjaan menghadapi risiko tinggi terhadap PHK, ada banyak cara untuk mengatasi masalah ini melalui pelatihan dan peningkatan keterampilan. Karyawan yang proaktif dalam mengembangkan kompetensi mereka akan memiliki keunggulan dalam mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan aman. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menyadari kebangkitan teknologi dan menyiapkan diri agar dapat bersaing di pasar tenaga kerja yang terus berubah.
Berikut adalah daftar lengkap pekerjaan yang tercatat rawan terkena PHK:
1. Petugas Layanan Pos
Individu yang bertanggung jawab untuk memberikan layanan pengiriman dan penerimaan surat, paket, serta barang lainnya, berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan pos. Mereka juga membantu pelanggan dengan informasi tentang tarif pengiriman, opsi layanan, serta pengaturan pengambilan dan pengantaran.
2. Teller bank
Karyawan bank yang melayani transaksi keuangan langsung dengan nasabah, termasuk melakukan setor tunai, penarikan, dan transfer dana. Teller ini juga memberikan informasi mengenai produk perbankan, memastikan kepatuhan pada kebijakan keamanan, serta menangani pertanyaan dan permintaan nasabah dengan layanan yang ramah dan efisien.
3. Petugas entry data
Profesional yang bertugas untuk memasukkan, memproses, dan mengelola informasi dalam sistem basis data. Mereka harus memastikan akurasi dan integritas data yang dimasukkan, serta seringkali bertanggung jawab untuk memverifikasi dan mengoreksi informasi yang mungkin tidak akurat sebelum diarsipkan atau digunakan lebih lanjut.
4. Kasir atau petugas tiket
Orang yang beroperasi di lingkungan ritel atau layanan, yang bertugas untuk menangani pembayaran dari pelanggan melalui berbagai metode, termasuk tunai, kartu kredit, atau bentuk pembayaran elektronik lainnya. Selain itu, mereka juga sering terlibat dalam penjualan tiket untuk acara, transportasi, atau layanan lainnya, memberikan informasi kepada pelanggan tentang pilihan yang tersedia dan memastikan proses transaksi berjalan dengan lancar.
5. Asisten Administrasi dan Sekretaris Eksekutif
Profesional yang memberikan dukungan administratif kepada manajer atau eksekutif di sebuah organisasi, termasuk menjadwalkan pertemuan, mengelola dokumen dan korespondensi, serta menyusun laporan. Mereka juga sering menjadi penghubung antara eksekutif dan tim lainnya, memastikan komunikasi yang efektif dan efisien di seluruh organisasi.
6. Pekerja Percetakan dan Perdagangan Terkait
Tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi cetakan, seperti majalah, buku, kemasan, dan produk media lainnya, yang juga mencakup peran dalam pengadaan bahan, pengoperasian mesin cetak, serta kontrol kualitas produk akhir. Selain itu, mereka mungkin berperan dalam aspek perdagangan yang terkait dengan distribusi dan penjualan hasil cetakan tersebut ke berbagai pelanggan dan bisnis.
7. Petugas Akuntansi, Pembukuan, dan Penggajian
\Individu yang bertanggung jawab untuk mengelola catatan keuangan dan proses penggajian, memastikan bahwa semua transaksi dicatat dengan tepat dan laporan keuangan disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Tugas ini mencakup penghitungan gaji, pemotongan pajak, serta pelaporan pajak yang tepat waktu.
8. Petugas Pencatat Bahan dan Penyimpan Stok
Orang yang terlibat dalam pencatatan semua bahan baku dan barang jadi yang masuk dan keluar dari gudang. Tanggung jawab utama mencakup pengelolaan inventaris, pemeliharaan catatan yang akurat, dan memastikan ketersediaan stok yang memadai untuk mendukung operasi perusahaan.
9. Petugas dan Kondektur Transportasi
Anggota tim yang bertanggung jawab atas pengaturan dan pengawasan semua aspek transportasi, termasuk pengoperasian kendaraan serta pengawasan penumpang dan barang. Mereka juga berperan dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan serta mematuhi peraturan yang berlaku.
10. Sales door to door atau loper koran, dan Pekerja Terkait
Tenaga penjual yang bertugas melakukan penawaran produk atau jasa secara langsung kepada calon pelanggan di rumah mereka. Tugas ini juga melibatkan pengiriman koran atau publikasi, dengan tujuan menjangkau pasar yang lebih luas serta membangun hubungan baik dengan pelanggan secara personal.
11. Desainer Grafis
Profesional kreatif yang bertanggung jawab untuk menciptakan desain visual yang menarik dan sesuai dengan tujuan komunikasi suatu proyek. Mereka bekerja dengan berbagai alat desain untuk menghasilkan materi seperti logo, sponsorship, iklan, dan elemen branding lainnya, mengutamakan estetika serta fungsi.
12. Penilai Klaim, Pemeriksa, dan Penyelidik
Profesional yang berperan dalam mengevaluasi klaim yang diajukan, melakukan pemeriksaan mendalam terhadap fakta dan bukti yang ada. Tugas mereka termasuk menentukan kelayakan klaim, mengidentifikasi potensi penipuan, serta menyediakan analisis dan laporan yang akurat sebagai dasar untuk keputusan perusahaan.
13. Petugas Hukum atau petugas Legal
Individu yang memberikan nasihat hukum dan dukungan bagi organisasi dalam berbagai aspek hukum, termasuk peraturan, kontrak, dan pemecahan sengketa. Mereka juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan organisasi mematuhi perundang-undangan yang berlaku dan melindungi kepentingan hukum perusahaan.
14. Sekretaris legal
Profesional yang mendukung fungsi hukum dalam organisasi, termasuk pengelolaan dokumentasi hukum, pengaturan pertemuan, dan koordinasi komunikasi antara tim hukum dan klien. Tugas utama mereka mencakup menjaga kerahasiaan informasi dan menyediakan dukungan administratif untuk memastikan kelancaran operasional departemen hukum.
15. Telemarketer atau pemasar jarak jauh,
yaitu seorang profesional yang bertanggung jawab untuk mempromosikan produk atau layanan kepada pelanggan potensial melalui metode komunikasi yang tidak langsung, biasanya menggunakan telepon. Tugas mereka mencakup menghubungi individu atau perusahaan untuk menawarkan penawaran khusus, memperkenalkan produk baru, atau mengumpulkan informasi pasar yang berharga. Sering kali, telemarketer juga harus mencatat respons pelanggan, menjawab pertanyaan yang diajukan, serta mengatasi keberatan atau keraguan yang mungkin dimiliki oleh calon pelanggan. Keahlian dalam berbicara dan mendengarkan dengan baik sangat diperlukan untuk membangun hubungan dan menumbuhkan minat pelanggan terhadap apa yang ditawarkan. Selain itu, pemasar jarak jauh harus mampu menggunakan berbagai alat komunikasi dan perangkat lunak untuk melacak interaksi dan hasil dari panggilan yang dilakukan.